Salah satu kesibukan perangkat desadalam melayani dan mengatur warga penerima Bapang. (Foto: Orbit-Ind)
Ngawi, Orbit Indonesia
Penerima Program Bantuan Pangan dari pemerintah pusat kali ini meningkat lebih dari seratus persen, yakni 974 dari periode bulan sebelumnya. Sudah barang tentu peningkatan tersebut cukup melegakan pihak desa, karena semakin banyak bantuan akan memperkecil kemungkinan konflik dan kecemburuan pada masyarakat. Sehingga pihak desa tidak menjadi sasaran ketidakpuasan warga.
"Alhamdulillah penerima bantuan pangan dari pemerintah pusat kali ini cukup besar, hampir seluruh masyarakat miskin terakomodir," ujar Gembong, panggilan akrab Kades Jagir dengan rasa gembira.
Pihak desapun juga bersiaga penuh mengawal kegiatan penyaluran bantuan pangan yang diterimakan di Geding Serbaguna, Desa Jagir, Kecamatan Sine, Ngawi, pada Hari Selasa (12/5/2026), sehingga berjalan dengan lancar.
Seluruh perangkat dimobilisir untuk membantu penyaluran Bantuan Pangan (Bapang) dari pemerintah pusat. Mengingat salah satu persyaratan dalam mengambil Bapang tersebut adalah dokumen kependudukan, yakni KK dan KTP, disamping surat undangan pengambilan. Kadangkala dokumen mereka tercecer tidak tersimpan dengan baik, sehingga saat pengambilan bantuan terjadi masalah-masalah yang harus segera ditindak lanjuti oleh Pemdes Jagir.
Salah satu perangkat Desa Jagir, Kasi Pelayanan, Gatot Sunarto mengatakan sangat lega dengan adanya penambahan kuota program jaring sosial periode ini.
"Dengan penambahan kuota pihak desa juga semakin nyaman melayani masyarakat, karena jumlah penerima masyakat miskin hampir keseluruhan tercover," terang Gatot salah satu personil yang cukup sibuk melayani masyarakat saat itu.
Masyarakat juga nampak sangat riang, karena bantuan Bapang kali ini cukup membantu kehidupan mereka. Apalagi kehadiran Bapang kali ini tepat saat kondisi harga kebutuhan pokok merangkak naik. Sebagaimana yang diungkapkan Sunardi warga Dusun Gedangan, ia bersyukur rutin mendapatkan bantuan pangan mulai Januari tahun 2026 hingga saat ini.
"Terima kasih pada pemerintah karena telah peduli dengan kesulitan kami," ujar Sunardi, yang mengaku hanya sebagai buruh tani tanpa memiliki lahan pertanian.
Setiap rumah tangga mendapatkan 20 kg beras serta 4 liter minyak goreng. Artinya cukup untuk menopang konsumsi setiap rumah tangga.
Pewarta: Koh Mien

Posting Komentar
0Komentar