Beberapa perwakilan media, aktifis dan LSM audiensi dengan Kadindik Ngawi difasilitasi oleh Sekda Ngawi. (Foto: Istimewa)
Ngawi, Orbit Indonesia
Beberapa perwakilan aktivis yang tergabung dalam wadah, Koalisi Wartawan LSM ( KAWAL) Ngawi ramah, mendatangi sekretariat daerah gedung lantai 2 sebelah timur komplek kantor bupati pemerintah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, pada hari Rabu, 26/8/26.
Kedatangan mereka meminta audensi dengan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi atas pelayanan dan kebijakan yang selama ini kurang responsif dan kurang optimal.
Respon positif dilakukan oleh Sekda Ngawi, Drs. Sodiq Tri Widiyanto, M. Si, para perwakilan tersebut diterima di ruang kerja Sekda Ngawi dengan langsung menghadirkan Kepala Dindik, Kabul Tunggul Winarno. Audensi dan klarifikasi sempat berlansung memanas dan sempat terjadi ketegangan, namun Sekda Sodiq bisa membuat suasana mencair. Diskusipun berlangsung dengan baik dan bersahabat disertai dengan pemahaman yang lebih baik. Kedepan Kadindik bersedia untuk selalu merspon apa yang menjadi dinamika jajarannya ditingkat bawah.
Beberapa awak media dan LSM yang hadir merupakan perwakilan secara independen tanpa melibatkan sebuah organisasi. Ada beberapa poin penting yang disampaikan diantaranya, yaitu (1) Ada kebijakan satu pintu oleh Kadindik yang dirasa menjadi semacam proteksi, tanpa memberi ruang kepada jajaran di bawahnya untuk menyelesaikan secara mandiri, hal ini akan memicu stressing ditingkat bawah; (2) Selalu menerima tamu di warung dinas bukan di dalam kantor tanpa memilah tentang bahasan; terkesan humanis dan terbuka namun dalam permasalahan tertentu menjadi tidak nyaman karena adanya banyak orang; (3) Tidak adanya tindakan nyata sesuai koridor dan kaidah hukum pada kasus-kasus tertentu yang menyangkut undang-undang perlindungan anak dan perempuan yang semestinya tidak ada proteksi dari dinas sebelum ada tindakan hukum; (4) Ada kesan tiadanya kepedulian dan apresiasi pada siswa berprestasi, baik akademis maupun olahraga; (5) Kadindik abai dan slow respon atas berbagai laporan dan konfirmasi pemberitaan oleh media dan LSM, hal ini memicu semacam keegoisan jajaran di bawahnya, bahkan ada kesan pembiaran
Atas keluhan tersebut, Kadindik Ngawi menyatakan, bahwa hal tersebut terkait demi menjaga agar seluruh permasalahan bisa diketahui dan dikontrol langsung oleh dinas, maka dilakukan kebijakan satu pintu.
"Sebagai Kadin saya harus tau hal apapun yang terjadi di dinas yang saya pimpin, sehingga dinas memgetahui dinamikanya," jelas Kabul T. W.
Sedangkan terkait menerima tamu dari media dan LSM atau aktifis, ia menyatakan bermakaud ingin keterbukaan dan lebih enjoy menerima tamu di warung belakang sambil ngopi
nyantai.
Kemudian terkait apresiasi untuk bagi siswa berprestasi, Kadindik yang digadang-gadang berkarier maksimal jadi sekda ini mengeluhkan karena tidak ada anggaran untuk kegiatan seperti itu, sehingga masih menjadi PR-nya hingga saat ini.
"Ya, akan kita cari solusinya," ujarnya tanpa memastikan.
Akhirnya Kadindik berjanji akan berbenah atas semua masukan dari rekan media, LSM serta para aktifis. Hal tersebut dikoordinasikan oleh Sekda Sodiq, agar nantinya segala permasalahan yang terungkap dari audiensi tersebut bisa ada solusi dan dicarikan kebijakan yang sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
"Apapun rekan-rekan adalah partner dari pemerintahan Kabuoaten Ngawi yang juga perlu mendapat perhatian dan penghargaan yang semestinya," tutup Sodiq yang memfasilitasi audiensi diruang kerjanya tersebut.
Pewarta: Koh Mien

Posting Komentar
0Komentar