Salah satu penampilan peserta KCF 2026, disamping tampilan megah juga memiliki makna (Foto: Istimewa)
Ngawi, Orbit Indonesia
Gelaran karnival yang dilaksanakan malam hari berturut-berturut di Ngawi, Ngawi Night Carnival (NNC) menyulut ide dibeberapa salah satunya Kecamatan Kedunggalar unruk menyelenggarakan acara yang serupa. Pada Jumat Malam (21/8/2026) untuk pertama kalinya Pemerintah Kecamatan Kedunggalar menyelenggarakan acara tersebut. Ide gelaran seperti itu kontan disambut antusias oleh warga masyarakat setempat, terbukti beberapa institusi utamanya sekolahan berlomba-lomba menampilkan kreatifitasnya dengan sebaik mungkin.
Start sekitar pukul 18.00 WIB para peserta mulai perform dengan kendaraan hias disertai penampilan tari-tarian yang menggambarkan budaya lokal dan nasional. Luar biasa para peserta rata-rata tampil mewah dan mengagumkan, tema yang diusungpun beragam dan sangat menginspirasi. Bahkan kalau boleh dibilang, KCF 2026 (Kedunggalar Carnival Festival) tidak kalah mewah dibandingkan dengan penampilan diajang NNC (Ngawi Night Carnival), gumam beberapa penonton yang terkagum-kagum dengan penampilan peserta.
Berbeda dengan karnaval yang diselenggarakan di siang hari, KCF 2026 nampak lebih megah dan meriah, karena tidak hanya gemuruh musik yang mendominasi, tapi juga permainan sorot lampu laser memenuhi langit Kedunggalar. Sesekali juga diikuti dentuman suara kembang api menambah suasana semakin riuh.
Sempurna kemeriahan dalam rangka rangkaian peringatan HUT RI ke-81 seolah menjadi penutup yang spektakuler dengan kegiatan karnival kebudayaan.
Camat Kedunggalar, Forkopimcat beserta anggota dewan Ngawi menikmati sajian KCF 2026. (Foto: Istimewa)
Camat Kedunggalar Ershad Ragandhi cukup puas dengan gelaran itu yang diungkapkan dalam beberapa kalimat pada sambutannya.
"Gelaran Kedunggalar Carnival Fest 2026 mencerminkan kekompakan dari seluruh elemen masyarakat. Sinergisitas semua elemen ini, baik peran instansi, dunia pendidikan, masyarakat dan media yang menjadikan gelaran ini sangat sukses melebihi ekspektasi," paparnya.
Tidak kalah penting, kesuksesan gelaran KCF 2026 ini juga tak lepas dari peran serta dunia pendidikan yang secara allout menampilkan potensi dan talentanya dalam seni dan budaya.
Tidak bisa dipungkiri, bahwa institusi pendidikan memiliki andil besar dalam kegiatan festival yang sangat megah untuk ukuran kecamatan itu. Tentu membutuhkan biaya yang lumayan besar. Namun semuanya akan terbayar manakala acara sukses bahkan melebihi ekspektasi dan masyarakat sangat gembira.
Endang Sulamsih, pejabat koordinator wilayah pendidikan Kecamatan Kedunggalar, menyatakan bahwa kunci kesuksesan penyelenggaraan ini adalah saling gotong royong.
Sejumlah PGTK dan SD dibawah koordinasinya sangat antusias dalam mendukung gelaran KCF 2026. Mereka dengan semangat dan bekerja keras untuk ambil bagian.
"Kita apresiasi dedikasi merek sehingga acara berlangsung sangat sukses," ujarnya.
Sempat Kontroversial dan Terjadi Perdebatan
Penyelenggaraan KCF 2026 sempat menjadi perdebatan dan dianggap kontroversial di tengah pengetatan anggaran. Hal itu disebabkan karena kurangnya kordinasi dan komunikasi. Namun demikian Pemerintah Kecamatan Kedunggalar yang dipimpin oleh Dr. Ragandhi segera melakukan langkah cepat untuk komunikasi dan kordinasi dengan semua pihak, utamanya aktifis media, sehingga ada titik temu untuk saling memahami dan menyukseskan acara yang diselenggarakan untuk pertama kalinya tersebut.
"Memang sebelumnya ada beberapa wali murid yang merasa keberatan dengan tarikan, namun dengan menjalin komunikasi dan koordinasi yang baik akhirnya permasalahan tersebut klir dan bisa dimengerti oleh semua pihak," terang Yosef yang dimintai keterangan terkait penyelenggaraan KCF 2026.
Lebih jauh ia juga memuji langkah Camat Kedunggalar yang sigap untuk mengatasi permasalahan itu, yakni duduk satu meja hntum berdiskusi. Langkah seperti itu yang diharapkan oleh para pihak untuk saling ngewongke, istilah Jawanya. Maka segala permasalahan akhirnya bisa diselesaikan dengan baik.
"Kepemimpinan yang demikian yang diharapkan oleh masyarakat," jelas Yosef menandaskan.
Salah satu aktifis media, Budiono yang kebetulan juga warga setempat berpendapat, bahwa ide kegiatan acara agustusan apalagi dalam kemasan yang sepektakuler seperti ini memiliki impek yang besar terhadap kehidupan sosial.
"Di samping masyarakat terhibur, pelaku UMKM juga berjalan. Para pemuda, pelajar, akan tumbuh kreatifitas dan merasa terhargai," ungkap Budiono yang mengaku juga memiliki sanggar rias yang dikelola isterinya.
Berbagai pendapat yang berkembang itu hanyalah sebuah dinamika dan menjadi evaluasi untuk kegiatan yang lebih baik dimasa mendatang, ungkapnya lebih jauh.
Pastinya penyelenggaraan KCF 2026 menjadi momen yang membanggakan bagi pemerintah Kecamatan Kedunggalar dan masyarakat secara keseluruhan.
Pewarta: Koh Mien

Posting Komentar
0Komentar