Nampak KPM mengantri dengan tertib, dibarengi kesigapan perangkat desa mengarahkan para penerima Bapang. (Foto: Istimewa)
Ngawi, Orbit Indonesia
Kondisi harga bahan pokok yang terus merangkak naik membuat kondisi masyarakat semakin memprihatinkan, terutama bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah atau sekarang populer dengan istilah Desil 5 ke bawah. Beruntung pemerintah pusat melalui Bulog menyalurkan Bantuan Pangan (Bapang) berupa beras, masing-masing masyarakat sasaran mendapatkan 3 karung sak beras dengan total bobot 30 kg. Artinya setiap bulan masyarakat yang masuk kategori tersebut menerima 10 kg.
Masyarakat dalam kategori Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bapang tampak berduyun-duyun menuju gwdung KDMP, pada Hari Selasa, 8/11/2026 untuk mendapatkan pembagian beras Bapang. Nampak seluruh perangkat yang ada bahu membahu mengarahkan masyarakat untuk tertib mengantri.
Keguyuban seperti itu sudah terbangun lama diantara para perangkat guna membantu masyarakat dan menyukseskan apapun program dari pemerintah.
"Kami sudah terbiasa bekerja bersama-sama. Jadi tidak ada istilah menjadi beban kepada kami," terang Siswondo, salah satu perangkat desa Macanan.
KPM dilayani dan didampingi satu persatu oleh perangkat desa yang dikomando oleh Zaenuri, Sekdes Macanan). (Foto: Istimewa)
Masyarakatpun merasa nyaman dan terbantu dengan pelayanan para perangka desanya. Salah satunya janda Ngaini, yang puas dengan pelayanan para pamongnya. Diapun nyaman mendapatkan bantuan Bapang dengan pelayanan sangat bagus.
"Alhamdulillah dapat bantuan beras sembako dari pemerintah, pak. Sementara cukup untuk manambal kebutuhan makan selama tiga bulan," ujar Mbah Ngaini, warga Dusun Sanan, maaih wilayah Desa Macanan.
Nenek renta ini merupakan salah satu warga yang mendapatkan bantuan beras tidak hanya kali ini saja. Ia mengaku mendapatkan bantuan rutin dari pemerintah baik beras dan uang.
Bagi masyarakat bantuan ini begitu bermanfaat terutama bagi para janda tua seperti Ngaini. Demikian juga bagi keluarga berpenghasilan rendah lain, apalagi bagi yang memiliki anggota keluarga yang besar. Program Bapang sangat dibutuhkan dan dinanti-nanti dan bisa meringankan konsumsi pangan mereka.
Untuk Bapang periode ketiga, bulan Juli, Agustus, dan September, di Desa Macanan mengalami kenaikan sekitar 15 %, yakni 1.412 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Sementara periode sebelumnya berjumlah 1.390 KPM. Artinya ada penambahan 22 penerima.
Menurut salah satu perangkat Desa Macanan, hal ini bisa saja terjadi karena KPM ada yang mengalami penurunan Desil.
"Itu perkiraan kami, lho. Datanya belum kami cek dan si kronkan," ujar salah satu perangkat ini.
Zaenuri, Sekdes Macanan, menyatakan bahwa adanya peningkatan jumlah KPM memudahkan petugas desa untuk menjalankan tugasnya untuk membantu mendistribusikan Bapang. Lain halnya kalau jumlahnya berkurang, maka harus berhadapan dengan masyarakat yang tidak puas dengan kondisi tersebut.
"Pasti kami diprotes para KPM yg dulunya menerima Bapang kemudian sekarang tidak. Padahal pihak desa tidak memiliki kewenangan apapun," lanjutnya, yang diiyakan perangkat lainnya.
"Artinya keberadaan kami berfungsi dengan baik," timpal Rhodhiatul Khasanah, Bendahara Desa mengakhiri perbincangan dengan awak media.
Pewarta: Koh Mien

Posting Komentar
0Komentar