Ngawi, Orbit Indonesia
Tidak seperti biasanya, pada Hari Rabu (17/12/2025), bertempat di Balai Desa Jatigembol sejak pagi nampak kerumunan massa memadati halaman balai desa. Massa terlihat rapi berjajar mengantri. Ternyata kerumunan massa yang berjumlah ratusan itu adalah KPM (Keluarga Penerima Manfaat) warga Desa Jatigembol yang mendapat jatah bantuan pangan dari pemerintah pusat.
Bantuan pangan kali ini menyasar 611 KPM (Keluarga Penerima Manfaat) Desa Jatigembol, Kecamatan Kedunggalar. Bantuan pangan tersebut merupakan alokasi anggaran pada bulan Nopember dan Desember. Dengan demikian masing-masing KPM mendapatkan bantuan pangan sebanyak 20 kg Beras Bulog dan empat liter minyak goreng merek Minyak Kita.
Kaur Kesra Jatigembol, Abdullah Ayis menyatakan, bahwa jumlah penerima bantuan pangan desanya kali ini memang berkurang karena ada yang meninggal. Sedangkan untuk bantuan pangan periode ini ada tambahan dua liter minyak goreng merek Minyak Kita. Jadi setiap KPM akan menerima dua puluh kilogram beras dan empat liter minyak goreng.
"Jumlah KPM penerima untuk dua bulan ini, yaitu Nopember dan Desember memang berkurang dari sebelumnya, karena ada yang meninggal bukan sebab yang lain," terang Ayis saat ditemui awak media.
Hal itu dibenarkan oleh Sekretaris Desa Jatigembol, Yhugo Swastiko yang juga nampak sibuk membantu mengatur massa yang berdesakan.
Terkait KPM penerima bantuan, Sekdes Yhugo mengaku seringkali didatangi masyarakat menanyakan perihal syarat penerima bantuan yang dirasa memenuhi syarat terima bantuan namun tidak mendapatkan. Terkait itu ia menyatakan, bahwa data para penerima tersebut telah ditentukan dari pusat melalui data yang dikelola oleh BPS dalam sebuah sistem. Jadi pihak desa hanya menerima data jadi KPM.
Namun demikian, pihak desa akan selalu akomodatif terhadap usulan baru dari masyarakat dan akan selalu update data oleh operator desa. Hanya saja masyarakat harus paham, bahwa usulan tersebut melalui proses yang cukup panjang dan detail. Itupun para KPM usulan harus memenuhi syarat yang telah ditentukan, sebagaimana syarat warga kategori miskin.
Kemudian Yhugo juga mengingatkan masyarakat penerima bantuan agar tidak melakukan pelanggaran yang menyebabkan bantuan dihentikan, seperti terlibat judi online.
"Ada warga kami penerima manfaat akhirnya tidak menerima lagi karena terlibat judi online beberapa waktu lalu," jelas Sekdes humble ini.
Ia juga mengingatkan masyarakat, bahwa ada beberapa hal yang menggugurkan penerima bantuan yang tidak pernah diduga, yakni seperti para usulan memiliki kredit bank. Karena manakala berhutang di bank ia dianggap sudah merupakan warga kategori mampu. Jadi adaindikator yang ditetapkan dalam penentuan keluarga yang harus mendapat bantuan sosial.
Saat ini sistem sudah mengakses satu data. Apalagi dalam perundangan BPS telah diberi kewenangan untuk mengelola data yang salah satunya untuk mengklasifikasikan kategori warga yang berhak menerima bantuan.
Pemerintah pusat mengalokasikan bantuan pangan kali ini Rp 6,5 triliun, untuk pelaksanaan penyaluran beras 10 kilogram per bulan dan tambahan minyak goreng dua liter.
Penambahan komoditas minyak goreng kali ini disertakan dalam paket bantuan diharapkan mengurangi beban pengeluaran masyarakat berpenghasilan rendah.
Menurut data BPS (Badan Pusat Statistik), minyak goreng turut menjadi salah satu faktor yang mempengaruhitingkat kemiskinan pada bulan sebelumnya. Sementara itu masih menurut data BPS, bahwa beras memberikan andil terbesar terhadap garis kemiskinan, baik diperkotaan maupun pedesaan. (Penjelasan Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam salah satu sesi konferensi pers, saat penentuan komoditas pangan yang akan diperbantukan kepada KPM).
Pewarta: Koh Mien

Posting Komentar
0Komentar