Posyandu Remaja yang rutin menjadi wahana transfer penegetahuan dan keakraban para pemuda dan remaja di Desa Pocol. (Foto: Istimewa)
Ngawi, Orbit Indonesia
Sekitar 50 remaja Fesa Pocol, Kecamatan Sine, Ngawi, mendapat penyuluhan tentang penyakit HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/ Acquired Immunodeficiency Syndrome) di Gedung Pertemuan Desa Pocol, pada Hari Sabtu (18/10/2025), saat acara rutin Posyandu Remaja.
Penyuluhan kali ini terasa sangat seru, karena berlangsung sangat akrab, santai ala pertemuan antar remaja, apalagi pematerinya adalah dari bidan setempat yang telah familier dengan para peserta, sehingga pertemuan tersebut berlangsung sangat menghibur, jauh dari kesan formal.
"Seperti ini remaja Desa Pocol, kalau sudah bertemu bisa bebas ngobrol. Alhamdulillah pertemuan dalam posyandu remaja yang dilaksanakan rutin ini selalu mendapat animo yang tinggi dari remaja. Semoga pertemuan seperti ini memberikan nilai positif untuk bekal pergaulan remaja," terang Uswatun Hasanah, Kades Pocol.
Kades yang humble dan dekat dengan masyarakatnya ini juga menjelaskan, bahwa remaja dan pemuda Desa Pocol sangat akrab satu sama lainnya, sehingga kegiatan Posyandu Remaja seperti ini selalu diikuti oleh para remaja didesanya.
"Ya, begitulah remaja, penuh dengan dinamika dan sangat progresif. Maka dibutuhkan kegiatan semacam ini agar terjalin keakraban diantara mereka, sehingga para remaja mendapatkan bekal menghadapi realitas hidup di masa mendatang," lanjut Mbak Us, panggilan akrab Kades Pocol.
Kegiatan Posyandu kali ini bekerjasama dengan Puskesmas Sine dengan materi penyuluhan tentang bahaya penyakit HIV/AIDS dan kesehatan reproduksi. Dinas Kesehatan Ngawi yang diwakili oleh bidan setempat mengatakan, bahwa para remaja hatus mengetahui tentang bahaya penyakit menular ini, karena sangat berbahaya dan berujung kematian.
Di samping itu, penyakit HIV/AIDS sangat rentan menular pada semua orang bahkan para remaja, karena terkait dengan perilaku bereaiko. HIV/AIDS bisa menular lewat jarum suntik, pisau cukur, transfusi darah, serta aktifitas seksual hubungan badan dengan berganti-ganti pasangan.
Untuk hal terakhir ini sangat terkait dengan para remaja yang memiliki aktifitas perkembangan seksual yang sangat tinggi, sehingga kalau tidak mendapatkan pengetahuan yang cukup cukup beresiko tertular penyakit mematikan ini.
"Jangan sampai nantinya para remaja terjerumus pada perilaku yang tidak sehat yang justru akan menghancurkan masa depannya, khususnya kesehatan reproduksinya," ujar bidan desa setempat dalam uraian penyuluhannya.
Salah satu peserta ketika dimintai tanggapan tentang kegiatan ini merespon secara positif. Menurutnya penjelasan tentang bahaya penyakit HIV/AIDS memberikan pencerahan kepada dirinya dan rekan lainnya untuk berhati-hati dan menjaga diri agar jangan sampai tertular penyakitbmematikan ini.
"Kita jadi tahu betapa bahayanya penyakit ini, karena menurut penjelasan tadi bisa menular dari kegiatan sehari-hari kita. Apalagi tadi juga dipaparkan, bahwa penyakit ini bisa mengintai kami para remaja yang baru tumbuh kembang," kata Ari salah satu peserta.
Kegiatan Posyandu Remaja kali itu menjadi lebih seru karena para peserta juga diperbolehkan untuk bertanya apa saja tentang keremajaan.
Seru dan memberikan dampak positif terhadap kehidupan remaja secara keseluruhan.
Pewarta: Koh Mien

Posting Komentar
0Komentar