Keluarga Penerima Manfaat (KPM)dari BLT DD Tahun 2025 Desa mengantri dengan tertib. (Foto: Istimewa)
Ngawi, Orbit Indonesia
Bertempat di Gedung Pertemuan Kecamatan Jogorogo sejumlah masyarakat Desa Macanan tampak mengantre dengan teratur didampingi oleh perangkat desa setempat, mereka adalah para KPM (Keluarga Penerima Manfaat) Desa Macanan,Kecamatan Jogirogi.
Penerimaan Bansos kali ini memang mepet akhir tahun,yang merupakan realisasi Bansos dari anggaran DD (Dana Desa) Tahun 2025. Terhitung dana bansos tersebut disalurkan pada tahap ketiga, yakni untuk bulan Oktober, Nopember dan Desember yang dirapel akhjr tahun.
Sebanyak 24 KPM (Keluarga Penerima Manfaat) mendapatkan bantuan, kesemua KPM telah diputuskan dalam Musdes sebelumnya dan melalui koordinaai semua kelembagaan dan tokoh masyarakat. Mereka sangat senang bahkan girang, karena bansos berupa uang tunai sebesar Rp 900 ribu tersebut kembali mereka terima walau berada diakhir tahun.
"Senang sekali, ternyata pak lurah masih memperhatikan janda seperti saya. Untuk tahun ini saya telah menerima tiga kali, utuh tanpa potongan," ujar Rakinah (75 tahun).
Salah satu perangkat Macanan, Siswondo, mewakili kepala desa menyatakan, bahwa KPM penerima BLT tahap terakhir ini masih tetap sama, yaitu ada 24 KPM.
"Memang tidak semua keluarga miskin menerima BLT, namun mereka yang layak mendapatkan juga menerima bantuan dalam bentuk lain, seperti bantuan pangan dan program yang lain," terang Siswondo, sambil menegaskan bahwa pihak desa untuk bansos BLT DD telah melalui musyawarah yang ketat dan seluruh perwakilan masyarakat hadir semua.
"Kami berusaha melayani masyarakat semaksimal mungkin. Jadi apabila belum semua masyarakat miskin terkaver bisa koordinasi dengan pihak desa," ujarnya menambahkan.
Pihak desa tetap akan terus menyinkronkan data agar masyarakat yang berhak mendapat bantuan akan memperoleh nantinya.
Kepada masyarakat pihaknya juga mewanti-wanti, bagi Keluarga Penerima Manfaat agar tidak melanggar ketentuan yang disyaratkan agar bantuan sosialnya tidak dicabut oleh sistem. Contohnya melakukan judi online. Karena semua data pada KTP atau sistem kependudukan akan terkoneksi dan apabila ada penyimpangan akan terkoreksi.
Pewarta: Kahim

Posting Komentar
0Komentar