Puluhan pendia barang dan jasa Ngawi dengan tekun mengikuti Latber E-Katalog Versi 6 di ruang data Pendopo Wedya Graha. (Foto: Orbit-Ind)
Ngawi, Orbit Indonesia
Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Ngawi mengadakan Latihan Bersama (Latihan Bersama) e-Katalog Versi 6 Mini Kompetisi diantara penyedia barang dan jasa Ngawi, Kamis (13/11)
Kegiatan yang dihelat di ruang data Pendopo Wedya Graha ini, merupakan wujud sinergitas SMSI Ngawi dengan pemerintah dalam mendukung dan pengawalan pembangunan infrastruktur di daerah.
Latihan bersama e- Katalog Versi 6 Mini Kompetisi diikuti puluhan peserta dari penyedia barang dan jasa dari 11 asosiasi perusahaan konstruksi yang ada di Ngawi.
Acara dibuka sekaligus diawali dengan kata sambutan Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, yang sejak awal sudah hadir sebelum para peserta datang. Sejumlah pimpinan OPD yang terkait juga nampak hadir, yakni Kepala Dinas PUPR Ngawi, M. Sadli, Kepala Dinas Kominfo Mahmud Rosadi, Kepala PBJ Rachmat Fitrianto dan sejumlah perwakilan OPD lainnya.
Ketua SMSI Ngawi, Kundari Pri Susanti dalam laporannya menyampaikan, media siber memiliki peran strategis untuk menyuarakan dan mengawal pembangunan infrastruktur.
SMSI juga mengajak pelaku usaha konstruksi di Ngawi dapat mememanfaatkan platform digital dan penerapan e-katalog versi 6 itu dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang lebih maju, terkoneksi, dan berkeadilan.
Harapannya, kegiatan latihan bersama ini dapat ikut berperan dalam mendorong sistem pengadaan yang modern, serba digital dan akuntable.
"Di sisi lain, seringkali proyek infrastruktur melibatkan anggaran besar dan media siber tetap harus berperan untuk mengawasi, memberitakan, dan mencegah potensi penyimpangan atau korupsi," tambahnya.
Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, saat membuka kegiatan ini, menyatakan, mendukung langkah SMSI untuk konsisten membersamai pemerintah dan lintas sektor dalam pembangunan di era digital.
Menurut Mas Antok, demikian sapaan akrabnya, bukan kali pertama SMSI Ngawi berkolaborasi dengan lintas sektor dalam penyesuaian sistem di era digital.
"Saat ini SMSI Ngawi juga mengambil langkah kerjasama yang berani namun tetap konsisten di jalur digital dengan Latber e-Katalog Versi 6 Mini Kompetisi, bidang konstruksi yang tentu masih menjadi hal baru serta menarik," ungkapnya.
E-katalog versi 6 dari LKPP merupakan langkah besar dalam transformasi digital pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Wabup pun berharap ke depan, sinergi SMSI dengan pemerintah dan sektor swasta akan semakin terjalin erat dan positif. Kemudian penyedia barang dan jasa lokal Ngawi harus siap menghadapi era ini agar tidak tertinggal.
Sedangkan pengampu pertama, Rahmat Fitrianto, berpesan agar kegiatan ini dimanfaatkan oleh para rekanan agar dimasa datang keberadaan penyedia barang dan jasa Ngawi dapat eksis.
Sedangkan Budi Agung dalam pemaparannya mengingatkan kepada para peserta, bahwa e-Katalog Versi 6 ini sangat beda karena para penyedia terkoneksi secara terbuka. Maka harus siap dalam mengelola segala kegiatan terkait e-Katalog Versi 6.
"Kegiatan seperti ini sangat penting dan harus dilakukan berkesinambungan sebagai acuan dan tukar pengalaman, agar seluruh penyedia barang dan jasa Ngawi siap menatap era mendatang," terang Budi Agung dalam pemaparan diskusinya.
Diskusi yang bertajuk Latber e-Katalog ini ternyata benar-benar dibutuhkan oleh para penyedia barang dan jasa agar siap menghadapinya pada tahun 2026 mendatang.
Advis: SMSI Ngawi
Editing: Koh Mien

Posting Komentar
0Komentar