Pavingisasi jalan lingkungan RT 005, RW 005, Dusun Jambe Kidul, bukti Pemdes Ngale tetap memprioritaskan kepentingan warganya.
Ngawi, Orbit Indonesia
Komitmen Pemeritah Desa (Pemdes) Ngale, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi terhadap pembangunan infrastruktur desa patut dibanggakan dan diacungi jempol, karena tanpa banyak alasan di tengah-tengah efisiensi anggaran, yang artinya penganggaran infrastruktur sangat minim tetap berusaha untuk menyelesaikan sejumlah fasilitas desa yang belum mantap alias belum tuntas.
Pada anggaran Tahun 2026 ini, jalan lingkungan RT 005, RW 005, Dusun Jambe Kidul mendapatkan kucuran sumber dari Dana Desa (DD) sebesar Rp 55.765.200. Jalan lingkungan berdimensi 94 m x 2,75 m kini tersentuh pavingisasi. Dengan demikian, jalan yang menjadi urat nadi mobilitas warga akan semakin mantap dan tidak ada kendala lagi saat musim penghujan tiba.
Kepala Desa Ngale yang akrab dipanggil, Yan Teguh, menyatakan berkomitmennya, bahwa keberadaan seluruh elemen pemerintahan desa harus mampu membawa kebaikan terhadap pembangunan Desa Ngale. Untuk itu pantang untuk surut serta mampu menjadi motivator dan tauladan di desanya.
"Efisiensi dan pengalihan anggaran dari pemerintah pusat tidak boleh menjadi alasan pembangunan berhenti. Justru akan merekatkan masyarakat untuk peduli serta berpartisipasi terhadap kemajuan desa," ujar Yan Teguh.
Kalau dahulu kita dinina bobokkan oleh anggaran Dana Desa (DD) yang cukup besar, maka saat ini justru waktu yang tepat warga desa bangkit merekatkan diri bertekad dan bahu membahu menuntaskan beban pembangunan dengan swadaya.
"Pemdes Ngale dan seluruh elemen warga tidak boleh lagi mengharap sepenuhnya terhadap anggaran dari pusat. Istilahnya, tidak boleh njagake apabila ingin maju," terang Kades yang hobby olah vokal dan telah menelorkan beberapa album secara mendiri ini.
Menutup sesi wawancaranya, mewanti-wanti kepada seluruh jajarannya untuk tetap bersemangat membangun desa. Sebagai perangkat desa alias pamong, mereka dituntut untuk selalu berada digarda terdepan dalam pembangunan desa.
Pewarta: Koh Mien

Posting Komentar
0Komentar